Hati-hati ! Jangan Salah Pilih Developer Perumahan Syariah | Tips Memilih Developer Syariah

tips pilih developer

Tips Memilih Developer Syariah

Belakangan ini banyak terjadi Kasus Penipuan berkedok Properti Syariah. Hal ini dilakukan oknum-oknum Developer yang tidak bertanggung jawab dengan memanfa’atkan besarnya minat masyarakat memiliki Rumah dengan Konsep Syariah. Oleh karena itu pembeli harus dapat memahami Tips Memilih Developer Syariah. Selain itu pembelipun harus memahami fiqih muamalah seperti Pengertian Riba .

Sebenarnya kejadian penipuan KPR juga terjadi pada KPR Konvensional, tapi berita penipuan Perumahan Syariah seolah lebih diblowup oleh Media.

Penipuan perumahan syariah yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, mau tidak mau sudah mencoreng nama Syariah, walaupun bukan sistem syariahnya yang salah, tapi oknumnya.

Dengan banyaknya kasus penipuan pemilikan rumah, sebaiknya konsumen selalu berhati-hati sebelum membeli Rumah baik yang berkonsep Syariah maupun konvensional.

Tips Memilih Developer Syariah

Agar kita tidak tertipu dalam membeli Properti, sebelum membeli unit properti, sangatlah penting mengetahui reputasi dari Developer ( pengembang ). Kebanyakan orang mudah tergiur dengan penawaran menarik agency atau sales properti.

Biasanya, tenaga penjualan properti seringkali memberi iming-iming kemudahan pembayaran beserta presentasi singkat proyek lewat media iklan mereka seperti Brosur, Banner, Iklan Online ( Facebook, IG ) dan lain-lain.

Namun, pernahkah Anda berpikir bahwa pengembang tersebut benar-benar bisa mewujudkan proyeknya sesuai dengan yang dijanjikan?

Apakah pengembang ini pernah membuat proyek serupa dan seberapa besar komitmennya untuk membuat konsumen merasa puas?

Sangat penting melakukan riset mendalam mengenai profil pengembang properti. Mulai dari proyek yang pernah dikerjakan, Anda bisa mendapatkan banyak informasi penting.

Misalnya, apakah mereka menyelesaikannya tepat waktu?

Bagaimana review dari para penghuni atau pembeli properti?

Pengembang yang baik tidak hanya membangun sebuah properti, namun juga meningkatkan harga jual beserta prospek investasi di masa depan.

Lalu seperti apa Ciri Developer Perumahan Syariah ( pengembang )  yang baik dan berkualitas?

Berikut adalah Tips Memilih Developer Syariah:

Utamakan Reputasi Developer

Reputasi developer merupakan hal sangat penting. Karena secara umum rumah dengan skema syariah, rumah belum jadi sementara Anda sudah harus membayar baik Kredit atau bayar lunas, jadi tidaknya tergantung pada developer.

Dan juga, pengurusan sertifikat sangat tergantung pada pengembang. Pengembang yang tidak professional menyebabkan pengurusan surat dan sertifikat akan terhambat.

Salah satu cara mengukur reputasi adalah melihat kelengkapan izin developer, antara lain :

♦  Ijin Peruntukan Tanah :

Ijin Lokasi, Aspek Penata-gunaan lahan, Site Plan yang telah disahkan,  SIPPT (Surat Ijin Penunjukkan Penggunaan Tanah), nomor sertifikat tanah, surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), Surat Ijin Penggunaan Bangunan (IPB).

♦  Prasarana sudah tersedia

♦  Kondisi tanah matang

♦  Sertifikat tanah minimal SHGB atau HGB Induk atas nama developer

♦  IMB Induk

Apa itu IMB, SHGB, HGB ?

IMB ( Izin Mendirikan Bangunan )

Izin Mendirikan Bangunan atau biasa dikenal dengan IMB adalah perizinan yang diberikan oleh Kepala Daerah kepada pemilik bangunan untuk membangun baru, mengubah, memperluas, mengurangi, dan/atau merawat bangunan sesuai dengan persyaratan administratif dan persyaratan teknis yang berlaku.

IMB merupakan salah satu produk hukum untuk mewujudkan tatanan tertentu sehingga tercipta ketertiban, keamanan, keselamatan, kenyamanan, sekaligus kepastian hukum. Kewajiban setiap orang atau badan yang akan mendirikan bangunan untuk memiliki Izin Mendirikan Bangunan diatur pada Pasal 5 ayat 1 Perda 7 Tahun 2009. (wikipedia.org).

IMB akan melegalkan suatu bangunan yang direncanakan sesuai dengan Tata Ruang yang telah ditentukan. Selain itu, adanya IMB menunjukkan bahwa rencana kostruksi bangunan tersebut juga dapat dipertanggungjawabkan dengan maksud untuk kepentingan bersama.

SHGB ( Sertifikat Hak Guna Bangunan )

Sertifikat hak guna bangunan adalah jenis sertifikat yang pemegangnya berhak memiliki dan mendirikan bangunan di atas tanah yang bukan kepunyaan pemilik bangunan. Tanah tersebut dapat berupa tanah yang dikuasai langsung oleh negara, maupun tanah yang dikuasai oleh perorangan atau badan hukum.

Sertifikat hak guna bangunan mempunyai batas waktu kepemilikan 30 tahun, dan dapat diperpanjang hingga batas waktu 20 tahun. Menurut Pasal 36 ayat (1) UUPA, hak guna bangunan dapat dimiliki oleh setiap WNI dan badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia.

Sertifikat Hak Milik

Cara mengubah SHGB Menjadi Sertifikat Hak Milik

Sertifikat Hak Guna Bangunan bisa di tingkatkan kepemilikannya menjadi Sertifikat Hak Milik, kita tinggal datang ke kantor pertanahan di wilayah tanah/rumah tersebut berada. Tanah dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan tersebut mesti dimiliki oleh warga negara indonesia (WNI) dengan luas kurang dari 600 meter persegi, masih menguasai tanah serta mempunyai Sertifikat Hak Guna Bangunan yang masih berlaku ataupun sudah habis masa.

Visi Developer Jelas

Tips Memilih Developer Syariah   berikutnya adalah Visi yang jelas dari Pengembang. Beberapa Developer membangun proyek perumahan secara standar dan umum, beberapa unit hunian dan fasilitas umum seperti taman, kolam renang dan jogging track.

Selain itu, ada juga pengembang yang memikirkan konsep mendalam ketika membangun perumahan. Misalnya unit huniannya dikelilingi fasilitas dan gaya hidup lengkap, seperti rekreasi, komersial dan pusat bisnis. Hal seperti ini yang bisa memberi keuntungan besar bagi penghuni rumah.

Dengan demikian para konsumen bisa menjangkau segala kebutuhan dan aktivitas sehari-hari hanya dengan berjalan kaki. Mereka bisa berbelanja kebutuhan sehari-hari, bertemu teman, makan malam di luar dan kegiatan lainnya di dalam perumahan.

Jadi, visi yang ditawarkan pengembang tidak sebatas membangun sebuah tempat tinggal nyaman namun membangun area yang memenuhi standar gaya hidup.

Baca Juga :

Referenci KPR Syariah Tanpa Riba

Kelebihan KPR Syariah

Periksa Kelengkapan Perijinan

Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada. Meski menggunakan konsep syariah, masyarakat juga harus tetap mengecek dokumen perizinan kepada pengembang.

Perumahan itu prosesnya sama. Mohon dicek apakah sudah ada sertifikatnya. Prosedurnya itu selalu diutamakan, sehingga tidak menjadi hal-hal yang kurang baik. Artinya bahwa meskipun berbunyi syariah, tetap harus berhati-hati.

Tentang perijinan, bisa jadi pelaku hanya mengantongi izin lokasi untuk perumahan tersebut. Sedangkan izin lainnya, seperti Izin Mendirikan Bangunan ( IMB ) dan izin lainnya belum dipenuhi.

Sebagai Pembeli Anda harus memperhatikan surat-surat tanah jika sudah yakin membeli rumah tersebut. Pembeli jangan sampai membeli rumah dengan tanah sengketa atau tanpa surat yang resmi  (sah).

Kepastian Penyelesaian Proyek

Kepastian Penyelesaian Proyek menjadi salah satu Tips Memilih Developer Syariah.  Pengembang yang kredibel dan bertanggung jawab harus punya kalender konstruksi ( skedul proyek ) yang jelas.

Ketika peluncuran proyek, pengembang biasanya mengumumkan rencana pembangunan, mulai dari anggaran keuangan, jumlah unit yang dipasarkan, dan target waktu serah terima. Anda bisa mengecek hal ini dengan menanyakan pada Agency atau sales property yang menawarkan produk tersebut.

Menjaga komitmen sangat penting. Termasuk janji serah terima produk. Kalau Developer menjanjikan dua tahun STR ( Serah Terima Rumah ), Developer harus dipenuhi janji itu. Meleset sedikit, resikonya konsumen tidak akan percaya lagi.

Salah satu Developer terpercaya untuk Properti Syariah adalah TASNIM GRUP, Proyek yang mereka kembangkan selalu laku di pasar seperti TASNIM VILLAGE, TASNIM HOMESTAY dan lain-lain.

tasnim homestay

Dari gambar di atas pada Daftar Harga Tasnim Homestay sudah disampaikan STR ( Serah Terima Rumah ) sesuai cara pembayaran baik Cash ataupun Kredit. Komitmen Developer dibuktikan melalui serah terima bangunan yang jelas dari awal akad dan realisasinya sesuai jadwal.

Sukses di Proyek Sebelumnya

Sangat penting untuk mengetahui sepak terjang pengembang dari proyek yang pernah diselesaikannya. Opini publik menjadi tolak ukur yang ideal untuk mengetahui sebaik apa hasil kerja pengembang.

Atau Anda bisa mengecek proyek sebelumnya dari website perusahaan, kemudian riset setiap proyek lewat berbagai sumber: opini dari penghuni rumah, atau pemberitaan dari media masa. Informasi seperti ini juga bisa Anda simak di Review Properti dari Website Marketplace Properti.

Untuk Developer yang bertanggung jawab, keberhasilan dari proyek sebelumnya sangat menjadi concern agar mampu menarik konsumen baru maupun repeat order.

Selain itu untuk mengetahui hal tersebut, Anda bisa bertanya kepada penghuni pada proyek sebelumnya yang dikerjakan oleh Depelover bersangkutan.

3 Hal yang harus diperhatikan agar tidak tertipu

Pembelian perumahan syariah diyakini banyak kemudahan. Tak ada masalah dengan kemudahan-kemudahan tersebut. Hanya saja, kamu harus memperhatikan beberapa hal sebelum berani bertransaksi. Daripada menjadi korban seperti kejadian di atas, lebih baik kamu menghabiskan waktu untuk meneliti terlebih dahulu kan? Maka dari itu, sebaiknya teliti dulu 3 hal ini sebelum memutuskan untuk membeli properti syariah:

Lakukan verifikasi terhadap perusahaan pengembang 

Untuk meminimalisasi terjadinya penipuan, calon pembeli juga harus pintar-pintar dalam memilih pengembang yang tepat. Lakukan verifikasi terhadap pengembang yang hendak dipilih. Verifikasi tersebut bisa dengan melihat track record pengembang pada proyek-proyek sebelumnya atau bisnis lain yang dijalankan.

Tanyakan juga, apakah pengembang properti syariah tersebut tergabung dalam komunitas tertentu seperti Developer Property Syariah (DPS) misalnya. Komunitas ini sudah ada sejak lima tahun terakhir dan telah memiliki sekitar 300 proyek properti berbasis syariah yang tersebar di berbagai wilayah Tanah Air.

Supaya mudah, cek saja situs atau banner milik pengembang terkait. Jika ada logo DPS di sana, artinya pengembang tersebut lebih terjamin keamanannya.

Banyak bertanya dengan komunitas developer syariah

Menurut Founder DPS Rosyid Aziz seperti yang dilansir dari Kompas.com, setiap komunitas developer syariah yang ingin bergabung ke dalam komunitas DPS, akan melalui proses screening terlebih dahulu. Screening tersebut berupa pengecekan akuisisi lahan, hingga cashflow milik pengembang.

Proses ini dilakukan untuk meminimalisir bergabungnya pengembang nakal yang hanya mengejar keuntungan pribadi. Para calon pembeli bisa berkomunikasi dengan komunitas ini untuk mempertanyakan kredibilitas pengembang yang hendak dipilih.

Memastikan ketersediaan rumah

Sebagian besar pengembang properti syariah tak menyediakan rumah siap huni. Hampir 95% sistemnya adalah inden alias pesan bangun. Semakin besar uang muka, semakin dini juga proyek tersebut dibangun. Sistem ini tentunya juga berisiko, untuk itu pembeli harus betul-betul memastikan keamanannya.

Caranya adalah dengan mengecek ketersediaan rumah yang ada, atau rumah yang telah jadi yang dibeli oleh konsumen lain. Cek juga legalisasi, izin, dan surat-surat lainnya.

Demikian Tips Memilih Developer Syariahagar menjadi perhatian Anda sebelum membeli Rumah dengan menggunakan Konsep Syariah. Untuk lebih memahami agar terhindar dari yang tidak sesuai syariat hendaknya Anda membaca tulisan kami tentang Contoh Riba dalam kehidupan sehari-hari.