Jarak Aman Tower BTS dengan Rumah

Jarak Aman Tower BTS dengan Rumah

Base Transceiver Station atau disingkat BTS adalah sebuah infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara peranti komunikasi dan jaringan operator. Selain memiliki manfa’at, ada efek yang tidak baik dari pemasangan tower BTS ini. Makanya masyarakat harus paham tentang jarak aman tower BTS dengan rumah.

Menara pemancar telekomunikasi sudah jadi sisi dari tata kota masyarakat modern. Bangunannya yang membubung tinggi, memerlukan tempat khusus, terdiri dari tiang besi dan rangkaian beberapa alat listrik jadi pemicu masyarakat cemas pada bahaya yang kemungkinan ditimbulkannya.

Jarak Aman Tower BTS dengan Rumah

Apa lagi bahaya tower mobile dekat rumah yang setiap saat bisa ambruk jadi salah satu masalah pendirian menara pemancar telekomunikasi.

Walaupun harga sewa tower BTS lumayan mahal tidak menjadikan masyarakat mau menyewakan tempat mereka untuk membangun menara pemancar telekomunikasi.

Berdasar survey dan penilaian yang dilaksanakan di beberapa wilayah memperlihatkan bukti, bahwa banyak bermacam penolakan pada project pendirian menara pemancar mobile khususnya di beberapa daerah padat warga.

Ini dikarenakan oleh ada kecemasan atas bahaya menara pemancar telekomunikasi dari bermacam pemikiran seperti jika menara atau tower telekomunikasi dapat pancarkan gelombang radiasi, jadi salah satunya pemicu penyakit anemia, riskan tersambar petir atau ambruk hingga mengakibatkan rugi harta benda bahkan juga nyawa.

Kecemasan atas kesan-kesan radiasi pemancar telekomunikasi tidak seutuhnya dipersalahkan, walaupun tidak semuanya betul. Ada beberapa faktor khusus yang perlu dipenuhi pemilik project untuk penuhi persyaratan pendirian tower telekomunikasi.

Bukti, teori, dan penjabaran berkenaan bermacam peluang resiko dan bahaya tower telekomunikasi perlu diuraikan supaya tidak memunculkan kegundahan. Misalkan mengenai kesan-kesan menara pemancar telekomunikasi bisa mengakibatkan anemia sebab sinaran radiasi dari gelombang elektromagnetik yang dikeluarkan transmitter tower telekomunikasi ialah hal kurang tepat.

Radiasi gelombang elektromagnetik ini masih di bawah tingkat batasan toleransi yang diputuskan WHO. Tetapi bagaimana juga harus tetap ada pemantauan ketat supaya kehadiran tower telekomunikasi itu memenuhi persyaratan pendirian tower BTS.

Jarak Aman Tower BTS dengan Rumah

Tentang jarak aman tower BTS dengan rumah bisa dipahami dengan memahami Persyaratan pendirian tower telekomunikasi itu.

Syarat-syarat pendirian menara BTS :

  • Pembangun menara BTS wajib mengurus IMB (Izin Mendirikan Bangunan).
  • Tinggi menara yang berukuran kurang dari 45 meter misalnya memiliki standar jarak aman menara BTS dengan pemukiman minimal 20 meter dan berjarak sepuluh meter dari area komersial dan 5 meter dari daerah industri.
  • Bangunan menara BTS memenuhi level batas radiasi yang ditetapkan oleh WHO, yaitu 4,5 watt/meter persegi untuk perangkat/menara yang menggunakan frekuensi 900 Mhz dan 9 watt/meter persegi untuk menara/perangkat yang menggunakan frekuensi 1.800 Mhz.

Ketentuan pendirian menara pemancar telekomunikasi itu dibikin untuk perlindungan masyarakat diantaranya dari bahaya radiasi tower di kehidupan setiap hari.

Persyaratan pendirian tower sudah dipastikan menurut ketentuan yang berjalan di Indonesia. Tinggi tower BTS yang terpasang di satu wilayah harus penuhi persyaratan tertentu. Ketinggian yang diisyaratkan mempunyai tujuan supaya gampang terima dan mengirim signal info. Ketinggian itu mempunyai tujuan untuk argumen keamanan kemungkinan dari menara tower ambruk bila didera angin. Sedang pendirian tower BTS di atas gedung atau rooftop harus juga penuhi syarat.

Jarak tower BTS dengan permukiman warga harus penuhi jarak aman tower BTS dengan rumah, yakni minimum seputar 20 mtr. Jarak tower BTS dengan permukiman warga itu mempunyai tujuan untuk meminimalisasi bahaya tower mobile dekat rumah dan imbas radiasi yang peluang bisa memunculkan dampak untuk kesehatan manusia.

Walau menurut riset diketemukan jika radiasi yang dikeluarkan oleh tower BTS benar-benar kecil tetapi akan lebih bagus bila kita bisa meminimalisir peluang radiasi.

Ketika akan membuat tower akan dilaksanakan survey untuk mendapatkan posisi dengan koordinat yang pas, keadaan fisik tempat dan status pemilikan tempat. Bila menara tower dibuat di atas gedung harus memerhatikan kemampuan fondasi gedung.

Untuk membuat tower BTS di atas gedung harus mendapatkan ijin dari sekelilingnya. Biasanya ijin harus didapat pada jarak 100 mtr. dari posisi pembangunan tower. Pemilik gedung akan mendapatkan harga sewa tower BTS yang sesuai persetujuan.

Pondasi menara tower yang dibuat di atas gedung harus betul-betul kuat dan disamakan dengan keadaan bangunan. Supaya fondasi menara tower bisa menyangga lebih kuat bisa diberi balok cor dan baja. Pondasi tower umumnya akan dites kemampuannya lebih dulu saat sebelum terpasang menara.

Pondasi harus betul-betul kuat untuk meredam beban menara tower untuk menghindar keruntuhan menara. Bila menara tower ambruk dan menerpa bangunan disekelilingnya karena itu harus penyuplai layanan dan kontraktor tower harus memberi ganti kerugian.

BTS keluarkan frekwensi radio dari gelombang elektromagnetik yang dibuat oleh bermacam piranti telekomunikasi mobile, baik dari menara BTS tersebut atau piranti telepon mobile yang dipakai. Dan sinaran atau radiasi tower Telkomsel atau yang lain itu relatif aman untuk kesehatan manusia.

Tinggi tower BTS ikut menolong penebaran signal dan kurangi kemampuan sinaran radiasi yang bisa berkenaan manusia. Besaran radiasi yang dibuat masih di bawah tingkat batasan standard yang diputuskan oleh WHO dan instansi sertifikasi dunia yang lain.

Tingkat batasan radiasi yang dibolehkan menurut standard WHO setiap 4,5 watt per m2 untuk piranti yang manfaatkan frekwensi 900 MHz dan 9 watt per m2 untuk 1.800 MHz. Saat itu, standard yang dikeluarkan IEEE C95.1-1991 ialah 6 watt per m2 yang memakai frekwensi 900 MHz dan 12 watt per m2 untuk piranti dengan frekwensi 1.800 MHz.

Pada tower BTS dengan frekwensi 1800 MHz daya yang dipakai rerata 20 watt dan pada frekwensi 900 MHz 40 watt, sedang pesawat smartphone dengan frekwensi 1.800 MHz memakai daya sejumlah 1 watt dan yang 900 MHz dayanya 2 watt.

Berdasar hasil penghitungan, pada jarak 1 mtr. (lajur pita pancar utama), tower BTS dengan frekwensi 1.800 MHz mengasilkan keseluruhan daya radiasi sejumlah 9,5 w/m2 dan pada jarak 12 mtr. akan hasilkan keseluruhan radiasi sebesar 0,55 w/m2. Sedang tinggi tower BTS ialah jauh di atas 12 mtr. hingga bisa diketemukan radiasi yang lebih kecil.

Bahaya radiasi tower di kehidupan setiap hari ini benar-benar kecil dapat terjadi. Sebab energi yang terdapat pada medan elektromagnetik ditambah lagi pada keadaan frekwensi ekstrim rendah. Ini begitu kecil untuk bisa mengakibatkan dampak biologi atau masalah. Apapun itu, kita tetap harus waspada dengan bangunan dan tinggi tower BTS.

Jaga jarak aman agar semua masih teratasi. Sebab bagaimana juga BTS memiliki banyak faedah untuk lajur komunikasi. Menjaga jarak aman tower BTS dengan rumah, sebab pembangunan BTS juga ada ketentuannya, yakni lebih kurang 20 mtr. jauhnya dari tempat permukiman warga untuk mengecilkan imbas tower di permukiman itu. Dampak dari tinggi tower BTS yang perlu diperhitungkan ialah dampak sikatan petir dan peluang ambruk.

Efek Radiasi Tower BTS untuk Kehamilan

Menurut dr. Devia Irine Putri dari klikdokter.com , berdasar penelitian WHO dan Fakultas Teknik UGM, pada tower BTS (base transceiver station) tidak terdapat radiasi yang membahayakan kesehatan manusia (dan juga untuk janin).

Level radiasi yang dihasilkan perangkat-perangkat yang digunakan operator seluler tidak saja di Indonesia, tapi juga seluruh dunia, masih jauh di bawah ambang batas standar sehingga relatif aman. Karena radiasinya yang rendah, maka sangat kecil sekali mempengaruhi kesehatan tubuh manusia, untuk itu sekiranya Anda tidak perlu khawatir mengenai masalah ini.

Bila persyaratan yang Kami sebutkan di atas telah dipenuhi oleh pembangun menara berBTS, maka seharusnya tidak ada dampak pada kesehatan dan janin yang ada dalam kandungan.

Anda dapat membaca mengenai Panduan WHO mengenai Radiasi Elektromagnetik dan Kesehatan Manusia dengan klik di sini.

Demikian artikel kami tentang jarak aman tower BTS dengan rumah.

Semoga bermanfa’at.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *